Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Wanna Get Kick in The Mix?

Sebagai bagian dari drums atau beat, kick pastinya mempunyai peranan besar dalam menjaga ritme sebuah lagu. Baik itu pada dance music, pop, rock, maupun metal. Apabila kita bicara tentang jenis musik, mungkin kalian menyadari bahwa bunyi kick di setiap genre musik tentunya juga berbeda. Sebagai contoh, bunyi kick pada musik hip hop atau electro biasanya selalu mempunyai ‘sub’ frequency content di bawah 60 Hz. Berbeda dengan musik metal yang suara kick-nya lebih dominan ‘attack’ di sekitar 3-4.5 kHz.

Untuk mendapatkan karakter suara yang diinginkan sesuai dengan jenis musik, tentunya kita memerlukan processor yang dapat membentuk suara kick ‘mentah’ menjadi ‘wah’. Dalam hal ini, tentunya saya tidak berbicara tentang synthesis ataupun digital processing semacam detune. Yang akan saya bahas disini adalah mengenai analog gears yang dapat anda gunakan dalam membentuk suara kick itu sendiri. Diantaranya:

  • Compressor

Merupakan dynamics processing yang sangat lazim digunakan untuk menjaga dinamika daripada program material. Dalam konteks membentuk suara kick, compressor dapat menjadikan bunyi kick ‘mentah’ anda menjadi lebih ‘punch’. Tipe compressor yang digunakan untuk memproses kick biasanya adalah F.E.T (Field Effect Transistor) seperti Lindell 7X-500 atau VCA (Voltage Controlled Amplifier) seperti API 525/527. Karena cukup sensitif mendeteksi transient dan cenderung memiliki ‘warna’ dibandingkan opto compressor, kedua tipe compressor ini cukup lazim digunakan untuk memproses kick.

ki-ka: Lindell 7X-500, API 525, API 527


  • Equalizer (EQ)

audio processor standard yang selalu ada dalam signal processing chain. Mungkin terkesan tidak ada yang istimewa dari processor satu ini. Tapi, apabila anda menggunakan jenis EQ dan memilih frekuensi yang tepat tentunya akan menghasilkan efek yang cukup signifikan. Seperti pada MAAG EQ4 dimana terdapat fitur ‘sub’ frequency yang dapat anda gunakan ketika anda ingin menghadirkan elemen sub frequency pada kick track anda.

MAAG EQ4

  • Transient Designer

Audio processor satu ini cukup unik dimana anda dapat mengontrol attack dan sustain daripada fast transient instrument seperti perkusi atau drums. Dalam hal kick drum processing, dengan alat ini anda dapat menjadikan bunyi kick anda lebih ‘punch’ apabila settingan attack lebih dominan dan lebih mempunyai ‘body’ apabila anda set sustain lebih daripada attack ataupun penggabungan antara keduanya. Dan apabila anda dapat mengatur efek dari transient designer ini pada frekuensi tertentu pastinya processing yang anda lakukan pun menjadi lebih efektif. Inilah alasan mengapa Elysia Nvelope 500 menjadi pilihan saya dalam hal transient designer.

Elysia Nvelope 500

Tidak kalah unik dengan transient designer, alat satu ini merupakan desain dari Jonathan Little yang merupakan otak di balik Little Labs. Walaupun konsep awal alat ini adalah untuk memperjelas ‘chest resonance’ dari para vokalis maupun voice over artist, tapi apabila anda menggunakannya pada instrument dengan frekuensi rendah seperti bass dan kick efeknya pun tidak kalah fantastis. Karena alat ini beroperasi pada frekuensi 20-300 Hz, baik itu efek ‘subkick’ maupun ‘beefy bass’ dapat dengan sangat mudah dihasilkan oleh alat yang dinamakan VOG (Voice of God) ini.

Little Labs VOG


Kesimpulannya, baik itu melalui audio processing standard seperti EQ dan dynamics, anda juga dapat menggunakan ‘special tools’ dalam membentuk suara kick yang anda inginkan. Terlebih dengan hardware/outboards dimana efek yang dihasilkan akan jauh lebih detail dan dengan tambahan headroom…Sangat sulit untuk mengatakan tidak kepada outboards. Selamat Mencoba! -ryr