Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Vue Audiotechnik, Yamaha CL Series, Lectrosonics dan RFvenue wireless system dalam konser Classic Meets Jazz 2014

Pagelaran musik Classic Meets Jazz merupakan sebuah acara musik klasik dengan konsep menarik dimana aransemen orchestra diberi sentuhan ‘jazz’ sehingga terdengar lebih akrab di telinga penikmat musik kebanyakan. Dimotori oleh Artidewi, Angela July, dan Alvin Lubis yang sudah tidak asing lagi di ranah musik jazz dan klasik, konser kali ini mengangkat tema ‘Gubahan Nusantara’ yang menyajikan lagu daerah Indonesia yang digubah dengan sentuhan musik klasik dan kontemporer.

Digelar di Auditorium Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Classic Meets Jazz 2014 juga menampilkan sederet musisi kenamaan tanah air di antaranya Tohpati, Indro Hardjodikoro, Ananda Sukarlan, serta Mike Mohede. Untuk urusan sistem tata suara, Konser yang diadakan setiap tahun ini didukung oleh Soundworks yang merupakan salah satu sound system rental papan atas Jakarta.

Dari segi system, Soundworks menyediakan seperangkat speakers dari Vue Audiotechnik yang terdiri dari al-4 compact line array dan hs-28 subwoofer yang digunakan untuk speaker FOH. Sedangkan untuk monitor wedges, Soundworks menggunakan speaker Vue a-series yang sangat cocok untuk aplikasi tersebut. Semua jalur audio dalam konser ini dikendalikan oleh mixer Yamaha CL-series yang memiliki layout intuitif sehingga workflow menjadi lebih efisien dan maksimal.

System wireless juga menjadi lebih maksimal berkat dukungan RFvenue Diversity Fin antenna yang dapat mengurangi gangguan transmisi Radio Frequency pada wireless system. Sehingga transmisi audio signal dari Lectrosonics HH mic wireless transmitter dan Venue series Wideband Receiver menjadi sangat stabil dan bebas gangguan.

Secara keseluruhan, output audio dari system dinilai cukup aman dan maksimal. Hal ini juga diakui Sadat Effendy yang bertugas sebagai FOH Engineer malam itu. Karakter speaker Vue Audio yang cukup ‘halus’ dan natural pada frekuensi tinggi pun menjadikan penonton dapat lebih menikmati konser tanpa adanya ‘ear fatigue’ yang seringkali menyerang ketika konser.