Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Tipe Audio Kompresor dan Karakter Kompresinya

Bagi teman-teman yang suka berkutat dengan alat-alat audio processing pastinya kata kompresor sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Dari segi fungsi, kompresor dalam dunia audio biasanya digunakan untuk menjaga dinamika transient level pada instrument tracks atau stereo mix buss. Sedangkan dari segi aplikasi, kompresor sangat lazim digunakan dalam proses mixing, baik itu di dunia live sound atau studio. Selain itu, kompresor juga bisa menjadi alat yang cukup mendukung dalam recording baik itu sebagai ‘creative tools’ atau ‘problem solver’.

Contohnya, apabila kita ingin mendapatkan efek harmonic distortion, tipe kompresor dengan prinsip Field Effect Transistor (FET) atau tube dengan gain reduction sebesar +/- 10dB mungkin dapat digunakan untuk mencapai tujuan kereatif seperti ini. Sedangkan untuk ‘problem solver’, kompresor dapat berguna ketika kita dalam sesi rekaman vokal dan mendapat seorang vokalis yang sangat bertenaga sehingga signal seringkali ‘clipping’. Settingan kompresor dengan ratio 4:1 atau bahkan 8:1 (tergantung kekuatan si vokalis..haha!) dengan attack medium dan fast release mungkin bisa membantu anda untuk mengatasi hal ini. Maka dari itu, di setiap studio rekaman professional, paling tidak mereka memiliki satu unit kompresor yang dapat dikaryakan.

Contoh kasus di atas membawa kita kepada topik utama dari artikel ini dimana kita akan membahas tipe audio kompresor dan karakter kompresinya. Kita mulai dari tipe kompresor dengan prinsip Voltage Controlled Amplifier (VCA). Pada dasarnya, kompresor ini menggunakan IC chip yang terdapat transistor di dalamnya. Chip ini digunakan untuk mengontrol dan pada akhirnya menentukan seberapa banyak gain yang akan diterapkan pada sinyal audio (voltage). Karakter kompresi daripada VCA kompresor biasanya mempunyai respons yang cepat terhadap signal audio yang masuk serta kompresi yang ‘bersih’ tanpa ada artifak ‘harmonic distortion’. VCA kompresor biasanya juga mempunyai control yang akurat pada settingan attack dan release. Mungkin faktor-faktor inilah yang pada akhirnya membuat pabrikan audio gears legendaris seperti Solid State Logic (SSL), Automated Processed Inc (API), dan DBX menerapkan prinsip VCA pada kompresor mereka.

From top: API 2500, SSL Bus Compressor, DBX 160


Tipe kompresor selanjutnya adalah Field Effect Transistor (FET). FET sendiri sebenarnya masih mempunyai hubungan dengan VCA tetapi dengan karakter yang berbeda. Karena apabila dilihat dari sejarahnya, FET awalnya digunakan untuk mengemulasikan karakter tube di dalam sirkuit solid state. Pastinya, dibandingkan dengan VCA yang ‘bersih’, FET mempunyai karakter kompresi yang lebih ‘berwarna’. Kompresor paling legendaris yang menggunakan prinsip FET compression adalah Urei 1176 yang sekarang banyak didesain ulang oleh para pabrikan audio gears di antaranya Purple Audio dan Lindell.

From top: Urei 1176LN, Purple Audio MC77, Lindell 7X-500


Selanjutnya adalah optical atau opto kompresor. Sesuai dengan namanya, opto kompresor menggunakan sumber cahaya di dalam sirkuitnya yang akan menjadi lebih terang ketika level pada sinyal bertambah dan ditangkap oleh sensor optik yang akan memulai proses kompresi. Umumnya, respons kompresi dari opto cukup halus, lambat, dan natural. Tetapi, tergantung dari desain sirkuit, kompresor tipe ini dapat memberikan karakter halus atau seakan-akan tidak dikompres, tetapi bisa juga menjadi agresif dengan kompresi ekstrem yang bisa digunakan sebagai effect.

Senada dengan opto compressor, tube compressor pada umumnya adalah kompresor dengan prinsip optical tetapi dengan ‘tube gain output stage’. Tetapi, ada juga desain lain yang dikembangkan oleh pabrikan audio gears bernama Manley yang menggunakan vacuum tube untuk menggantikan transistor. Prinsipnya adalah voltage input akan mengubah tube ‘bias’ yang pastinya akan menghasilkan karakter suara yang berbeda. Banyak yang mendeskripsikan desain ini sebagai kompresor yang halus dikarenakan adanya high frequency roll off . Kompresor dari pabrikan Tubetech, Manley Varimu, Retro Instruments, serta Pendulum Audio banyak mengaplikasikan prinsip ini pada produk mereka.

From top: Tube-Tech CL1B, Manley Vari-mu, Retro STA-level, Pendulum OCL2


Jadi intinya, kompresor mempunyai karakter kompresi dan prinsip kerja masing-masing yang apabila digunakan secara tepat akan memudahkan anda dalam bekerja. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam berkarya. Stay productive and Viva la Resolucion! ryr

Directory World Directory World
Audio Directory