Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Signal Processor dalam Sesi Rekaman: Compressor

Signal processor merupakan sebuah alat elektronik yang akan memberikan tambahan proses terhadap signal audio baik itu dari segi dinamika maupun frequency balance. Berdasarkan fungsinya tentu alat ini menjadi bagian penting dalam proses produksi audio. Dalam sesi mixing, signal processor menjadi senjata utama para mixing engineer dalam membentuk karakter sonic dari sebuah program material. Kombinasi dari berbagai macam tipe signal processor bahkan sengaja diramu oleh para mixing engineer sebagai bagian dari ‘signature sound’ mereka.

Tetapi bagaimana halnya dengan sesi rekaman? Banyak recording engineer yang percaya bahwa rekaman harus dilakukan se-natural mungkin dalam arti tanpa adanya penambahan signal processor. Tidak ada hal yang salah atau benar disini karena dalam creative industry tentunya anda memiliki ‘mindset’ untuk memberikan hasil terbaik dalam setiap produksi yang anda kerjakan.

Mengacu pada ‘mindset’ creative industry di atas, penggunaan signal processor dalam sesi rekaman bisa saja dibutuhkan untuk menghasilkan dinamika dan frequency balance berkualitas professional. Dalam bagian pertama artikel kali ini, kita akan membahas tentang penggunaan compressor dalam sesi rekaman vokal dan gitar.

Vokal

Sebagai komponen utama penyampai pesan dalam sebuah komposisi, vokal sering kali mendapat ‘sentuhan’ compressor dalam sesi rekaman. Mengapa? Salah satu faktornya adalah perbedaan dinamika dalam komposisi musik. Vokalis tentunya mengerahkan tenaga yang berbeda ketika bernyanyi bagian verse dan chorus. Perbedaan dinamika inilah yang sering kali membuat lonjakan level pada signal audio. Untuk mengatasi hal ini, digunakanlah sebuah compressor. Dengan mengatur slow attack dan fast release pada compressor, (threshold disesuaikan dengan input level) gain reduction hanya akan terjadi pada frase yang menonjol sehingga hasil rekaman anda menjadi terdengar lebih professional.

Retro Instruments 176 Tube compressor

Ada satu tips bagi anda yang ingin menghadirkan karakter tabung ketika merekam vokal menggunakan F.E.T condenser. Anda bisa mencoba untuk menggunakan tube compressor dalam vocal recording chain anda. Apabila anda tidak menginginkan gain reduction, tentunya parameter bisa disesuaikan sehingga signal hanya melewati compressor tanpa adanya proses compression yang terjadi.

Warm Audio WA76 F.E.T Compressor

Gitar

Instrumen yag satu ini juga menjadi ‘kawan’ bagi compressor dalam sesi rekaman. Terutama ketika bagian rhythm gitar bermain dengan ‘powerchord’ ataupun ketika anda ingin bagian solo gitar memiliki tonalitas berbeda dengan dinamika yang terjaga. Untuk parameter, pastinya disesuaikan dengan karakter seperti apa yang anda ingin hasilkan. Misalnya untuk membuat distorted rhythm gitar menjadi lebih ‘punch’ dan fokus anda bisa mengatur fast attack dengan medium release. Tetapi jangan lupa untuk selalu melihat gain reduction meter pada compressor anda karena anda tidak ingin meng-compress banyak ketika rekaman. Dan yang terpenting adalah ‘always judge by your ears’

Chandler Limited Germanium Compressor

Kesimpulannya, compressor bisa menjadi solusi tersendiri dalam sesi rekaman pada setiap produksi audio. Tergantung tipe compressor dan parameter yang anda set, setiap compressor akan menghasilkan karakter output yang berbeda. Pilihannya, tergantung selera dan kebutuhan anda. Selamat mencoba! -ryr