Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Obrolan Bersama Eko Sulistiyo

Beberapa waktu yang lalu kami bertemu dengan Mas Eko Sulistiyo, salah seorang mix engineer papan atas Indonesia yang belum lama ini menang dalam penghargaan AMI Awards 2014. Kami berkesempatan untuk berbincang-bincang seputar mix workflow, 'mood' sebuah lagu dan tentunya audio gears. Ini dia petikan dari obrolan kami.

-Bagaimana awal mula terjun ke dunia audio?

awalnya saya itu musisi, suka bantuin teman rekaman di studio, cuma emang dari awal jiwa saya itu musisi, bukan engineer..nah sampai suatu waktu saya ketemu sama Mas Genki Gutawa yang waktu itu A&R Warner Music, ditariklah saya untuk kerja bareng dia.

-Project paling menarik yg pernah mas eko kerjakan?

untuk rekaman, salah satunya adalah project album Salute to Koes Plus. waktu itu rekamannya masih pakai pita lalu ditransfer ke Pro Tools dan kondisi saya waktu itu masih belajar! haha

kalau mixing..sebenarnya si banyak, tapi salah satunya itu gue bisa bilang albumnya Sherina. Serunya adalah lagunya bagus-bagus dan gue bisa bereksplorasi dalam hal sound di situ. Termasuk punya andil dalam nentuin lagu mana yg bakal jadi single, karena saking serunya berkarya, si artisnya sendiri ga tau singlenya yg mana..hahaha

-Nah, bagaimana cara mas eko bisa merasakan lagu yang akan jadi single?

sebenernya si itu soal rasa aja ya..prinsipnya gini..lo mau mixing enak ya lagunya sendiri harus udah enak, karena kemungkinan besar lagu yg enak itu bakal jadi single, walaupun persepsi orang beda-beda.

-Bicara soal single, apakah 'hook' sebuah lagu menjadi faktor utama?

mungkin bisa dibilang begitu. Karena kalo kita ngomong soal pop, hook itulah yang jadi 'jualan', kalau misalnya ga ada itulah yg harus kita buat 'setengah mati'

-Gimana pendekatan mas eko dalam membentuk sebuah mixingan?

awalnya si kalo bisa kita tau artisnya dulu, dalam arti maunya mereka itu apa..nah baru kita coba ngebangun 'mood' yang sesuai untuk lagu itu. maksudnya transisi dari verse ke chorus musti jelas, terus kalau misalnya komposisinya emang kurang bagus ya kita coba kulik lagi.

-Lalu gimana cara mas eko ngebangun 'mood' yg sesuai untuk sebuah lagu?

oke, berarti kita omongin workflow ni ya..kalo gue, yg penting data awal itu dipegang asisten dulu..hahaha! jadi dia bakal bikin rough balance baru gue dengerin dari situ. Kalo soal yg mana dulu (musik/vokal) gue pegang, biasanya si ga tentu tapi yang pasti gue itu selalu mulai dengan milih efek, barulah masuk ke rhythm section

-Ada teknik khusus yg biasanya mas eko pake?

gue itu suka nge-replace drum. walaupun snare atau kicknya bagus. prinsip gue gini, snare itu (level) gede gpp, tapi dari ujung ke ujung musti sama, jadi ya harus di -replace, karena kita pengen bikin jelas snare-nya tanpa orang 'ngeh'. kalo misalnya snare bunyinya ga konsisten, lama kelamaan pasti yang dengar bisa ke-distract. kalau soal pop rhythm gue memang rada kejam. pokoknya replace! haha

-Tadi mas eko sempet ngomong sebelum mixing biasanya milih efek dulu, apa efek favorit mas eko?

kalau itu si udah pasti Lexicon 480L, mau itu plug-ins ataupun hardware. alasannya karena gue sudah terbiasa dengan karakter reverb dari 480L

-Kalau alasan Mas Eko milih efek duluan sebelum mixing?

soalnya gue ngerasa mixing is all about having fun jadi buat gue si seru aja ketika misalnya gue kirim snare ke reverb, terus gue dengerin..jadi ga ya soundnya, kalo ga jadi ya paling gue coba treatment yg lain. kayak yang tadi gue bilang, ketika mixing gue itu ngebangun suasana, salah satu tools-nya ya efek.

-Gimana cara Mas Eko memproses vokal?

banyak compression..haha! biasanya gue bisa pake sampe tiga kompresor di vokal dengan settingan yang beda. oh iya, ada tips ni dari temen gue Engineer di Australia, jadi kalo lo pake plug-ins SSL, di bagian hi-shelf eq lo coba set di 1.5k..rendah kan untuk hi shelfing, cuma itu bakal ngaruh ke kejelasan kata-kata atau vocal clarity..coba deh!

Mantabs. Terima kasih Mas Eko atas tips dan obrolannya!