Audio Post - EGG Production

Tahukah bahwa dalam dunia periklanan, tv atau film, peran audio sangatlah penting. Walaupun terkadang menjadi process terahkir dalam sebuah system produksi sehingga sering pekerja – pekerja di dalam nya berbenturan dengan dead line dan masalah – masalah idealisme antara producer, advertising agency, musisi, talent2, dan juga engineer.

Nah!, bagaimana cara menyelesaikan masalah2 tersebut?. Salah satu cara adalah dengan belajar menjadi mediator dan negotiator yang bisa berkomunikas dengan sangat baik dan benar2 memahami setiap element2 yang ada di dalam industry ini. Bisa juga melakukan briefing dan membuat time line kerja yang jelas sebelum produksi di mulai dengan pihak2 yang akan terlibat dan juga pihak2 yang menjadi decision maker.

Di sisi lain technology juga menunjang kecepatan dan qualitas kita dalam bekerja, sehingga kemampuan kita memaksimalkan alat2 produksi juga merupakan kunci yang penting dalam industry ini.

Beberapa hal di atas lah yang di lakukan oleh Egg audio production, salah satu peraih award dalam audio post production category di ajang Citra Pariwara 2007 dan 2008. Eggy sebagai owner dari Egg audio production sangat lah memperhatikan kualitas dan kecepatan bekerja dalam memenuhi dan menjawab semua kebutuhan yang ada dari setiap element2. Hasil yang dapat kita lihat dari Egg audio post pro adalah iklan Gudang Garam dalam dirgahayu Indonesia tahun 2006 yang juga mendapatkan Golden Award dengan judul “rumahku Indonesiaku”

Dalam beberapa kali berkunjung ke Egg audio post production yang sangat sibuk, saya berhasil mendapatkan beberapa hal yang menarik yang saya akan coba share dalam tulisan ini. Pertama bila saya bandingkan dengan beberapa audio post pro lain nya, egg audio production bisa di bilang sangat full equipment production, dari mulai alat2 instrument dan recording equipment sampai lokasi dan tempat yang sangat nyaman untuk para client / tamu. Selain itu bisa di bilang di Egg audio production mengunakan alat2 audio processing yang sangat baik salah satunya adalah preamp yang berkarakter hangat dan tebal yang di gunakan disana untuk recording kick dan snare, sehingga memberi karakter germanium dari Chandler yang sangat jelas.

Dalam dunia audio post production sangatlah di tuntut kemampuan untuk dapat bekerja dengan cepat dan memahami bahasa / istilah2 client yang cukup berbeda dengan kita yang mungkin memahami/ mengunakan bahasa2 technical di audio, sehingga terkadang kita harus dapat memberikan penjelasan yang simple / sederhana dan menunjukan hasil yang significant kepada client. Dengan mengunakan summing dalam processing audio kita dapat bekerja dengan lebih cepat dalam menentukan dimensi dan clarity / kejelasan dari setiap audio track yang kita punya sehingga tidak terasa menumpuk pada setiap tracknya dan juga memberikan hasil yg significant dalam membagi / balancing output yang dapat di dengarkan oleh client. Process summing bisa kita dapatkan dari analog mixer yang baik atau bisa juga lebih praktis dengan mengunakan 2buss dari Dangerous dengan ukuran 1 U yang sangat simple. Hasil dari summing itu tentulah harus di mediakan dengan speaker monitor yg translate / flat dan sangat dynamic yang bisa kita rasakan di Speaker Focal Twin 6 be di control room Egg audio post production. Sudah hampir lebih dari 8 tahun Egg audio production terjun ke dalam industry iklan di Indonesia dan telah menelurkan hampir ratusan hasil yang dapat kita lihat. Pekembangan technology audio di akui oleh Ronald , in house engineer di Eggy audio pro sebagai tahap / zaman2 yg berbeda di dalam industri ini tentunya semakin baik dengan tetap berpatokan kepada suara yang “ Clear, Rich dan Loud”.

Bagi kita yang mau mencoba terjun ke dunia audio post production, Eggy mempunyai pesan yg cukup menarik “kita harus dapat menjadi manusia setengah dewa, yang dapat membagi creativity kita 50% untuk sendiri dan 50% untuk client”. Sekali lagi komunikasi skill juga menjadi salah satu hal yang wajib untuk di miliki kita dalam menjembatani berbagai idealisme2 yang ada, tentunya dengan menghargai learning process yang ada.

cheers F. Rendy Retanubun

top