Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Mix ITB VS OTB: The Battle continues

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, terutama di bidang komputer pastinya sangat berpengaruh bagi kita semua para pengguna. Tidak terkecuali dalam dunia audio dimana kecepatan komputer sangat berpengaruh terhadap kinerja DAW (Digital Audio Workstation) yang kita gunakan. Hal inilah yang menjadi tonggak awal dimana konsep mixing In The Box (ITB) mulai menjadi pertimbangan para Knobheadz. Bagaimana tidak, seiring dengan makin canggihnya spesifikasi komputer membuat banyak para produsen interface seperti Avid, Apogee, dan Focusrite menelurkan produk-produk interface portable yang sangat mendukung arus trend mixing ITB.

Apogee Duet

Selain itu, teknologi emulasi plug-ins yang pastinya makin canggih juga turut mendukung arus ITB ini. Lalu, bagaimana dengan konsep mixing Out The Box (OTB) dimana outboards menjadi senjata andalan? Naaaah..topik Inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Softube Tube-Tech and Summit Audio plug-ins

Apabila kita lihat dari kelebihan dan kekurangan dari mixing ITB atau OTB, pastinya masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Dan apabila anda suka browsing forum audio pastinya anda akan menemukan banyak thread tentang hal ini. Tentunya, saya juga tidak akan membahas kelebihan dan kekurangan mixing ITB VS OTB karena menurut saya akan menjadi debat kusir yang tidak ada habisnya. Dikarenakan masing-masing individu memiliki gambaran masing-masing tentang ‘the ideal setup’ apakah itu ITB atau OTB.

Tetapi, yang akan dibahas disini adalah trend dimana para gear designer mulai mengembangkan outboards yang bisa menjadi jembatan antara digital dan analog processing. Salah satu contohnya adalah summer/summing box. Sebuah alat yang dapat menghadirkan headroom dan kehangatan analog di track anda. Tidak hanya itu, DSP processing di komputer anda pun menjadi berkurang ketika 16 sub-mix/instrument track anda routing ke summer input. Memang, seperti yang saya bicarakan di atas spesifikasi komputer saat ini sudah sangat canggih sehingga kekuatan komputer pun sudah tidak menjadi masalah

From top: Rupert Neve 5059, Dangerous Music 2-Bus, Chandler Mini Mixer


Lalu bagaimana dengan headroom? Inilah yang menurut saya belum bisa dikejar oleh system digital sehingga keindahan sirkuit sebuah gear analog masih sangat penting dalam dunia produksi audio. Apabila kita bicara soal kehangatan anaolog, walaupun teknologi emulasi digital sudah sangat canggih, anda tetap memerlukan A/D atau D/A eksternal untuk dapat memaksimalkan hasil dari emulasi plug-ins itu sendiri. Sangatlah berbeda apabila komponen analog itu sendiri yang bekerja untuk menghasilkan sebuah kehangatan dan pastinya karakter dari gear tersebut.

Selain summing box, ada satu keluarga gear baru yang bernama 500 series ‘Lunchbox’. Pertama kali dikembangkan oleh API (Automated Processes Inc.) sebuah perusahaan manufaktur audio gears legendaris berbasis di Maryland, USA. 500 series merupakan format baru dalam dunia outboards dimana konsep awalnya diambil dari console yang mempunyai sistem channel strip modular. Modular disini artinya adalah setiap channel mempunyai slot sendiri yang dapat diisi dengan preamp, EQ, ataupun compressor. Ketika diterapkan pada 500 series, konsep modular ini sangatlah efisien karena selain ukuran module yang dibuat lebih kecil (dibandingkan dengan module console), power supply juga pastinya menyesuaikan ukuran module yang kecil sehingga memudahkan mobilitas. Pergerakan yang sangat cerdas dari API! Hasilnya, trend 500 series bahkan merambah sampai di dunia live sound dimana sekarang para artis dapat membawa stage rig-nya masing-masing tanpa harus menyewa kontainer atau keluar ongkos lebih untuk bagasi pesawat.

From top: 6-slot API 500 series rack, full rack with API gears, Rupert Neve 524 Tape Emulator 500 series.

Kembali ke bahasan kita tentang konsep mixing ITB VS OTB, tips dari saya adalah selalu pilih jalan tengah. Artinya, menggabungkan dunia digital dan analog itu sangatlah perlu (hybrid workflow). Seperti para gitaris yang tetap merekam gitar melalui efek pedal dan ampli kabinet, disempurnakan dengan plug-ins emulasi. Begitu juga dengan sound engineer yang tetap memerlukan analog gears sebagai bagian dari ‘signature sound’ ataupun untuk meningkatkan kualitas produksi. Sekarang pertanyaannya adalah, ‘sudahkah anda memerlukan analog gears?’ - Viva La Resolucion!! @rayaraproject