Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Hal-hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Speaker Monitor Controller

Sebelum memulai topik bahasan kita kali ini, saya ingin memulai dengan satu pertanyaan. ‘Seberapa penting kah speaker monitor controller’? bagi saya, jawabannya hanya ada dua kata…SANGAT PENTING!. Mengapa begitu? Bayangkan ketika anda bekerja tanpa speaker monitor controller dan hanya mengandalkan volume control dari software control panel interface anda. Tiba-tiba, mendadak computer anda mengalami masalah dan mengirimkan digital noise ke audio output. Apa yang anda lakukan? Pastinya anda akan panik dan ketika anda berpikir untuk mematikan speaker semuanya sudah terlambat dan tweeter speaker anda menjadi korban. Pastinya kita semua tidak menginginkan ini terjadi dan solusinya hanya satu…speaker monitor controller!

Pada awalnya, speaker monitor controller dibuat untuk memenuhi kebutuhan monitoring studio modern yang tidak menggunakan mixer/console. Jadi, anda tetap bisa memonitor output dari beberapa sumber (DAW return, mixdown device, computer playback, etc) di beberapa set speakers seperti layaknya pada mixer/console. Dan uniknya, ada dua tipe circuit yang ditawarkan para audio gears manufacturer yakni active dan passive.

Perbedaan passive dan active monitor controller

Seperti kebanyakan sirkuit elektronik, passive berarti tidak menggunakan power supply dan active membutuhkan power supply. Lalu, adakah perbedaan dalam hal kualitas suara? Pastinya ada. Apabila kita berbicara soal passive monitor controller, kelebihannya adalah passive monitor controller cenderung lebih transparan dibandingkan dengan entry level active speaker monitor controller. Mengapa demikian? Minimal signal path dan tanpa adanya pengaruh voltase dari power supply membuat passive speaker monitor dapat mempertahankan tonalitas asli dari system anda tanpa ada tambahan artifak. Yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan kabel terlalu panjang ketika anda memakai passive monitor controller untuk menghindari tone and transient shift pada monitoring anda.

New Old Sound McOne Passive Monitor Controller

Selain itu, kelemahan dari kebanyakan passive monitor controller adalah perubahan stereo imaging pada level volume rendah. Pastikan anda juga perhatikan hal ini ketika sedang mencoba passive monitor controller. Apabila imaging tidak berubah pada volume rendah, itu berarti anda baru saja menemukan passive monitor controller yang berkualitas.

Sedangkan untuk active monitor controller, saran saya adalah jangan sekali-kali membeli tanpa mencoba terlebih dahulu. Terutama untuk active monitor controller dengan kelas entry level. Karena untuk mendapatkan signal path yang berkualitas pada active system dibutuhkan banyak komponen yang pastinya berpengaruh di harga jual. Maka dari itu active monitor controller yang mempunyai signal path ‘jujur’ memiliki harga yang cukup tinggi. Tetapi, harga yang tinggi biasanya diikuti dengan tambahan fitur seperti Digital to Analog (D/A) converter, cue system, 5.1 (surround), mono sum, etc.

New Old Sound McTwo Studio Monitoring System

Dangerous Music Monitor ST

Jadi intinya, apabila anda memerlukan solusi monitoring dengan fitur yang simple tetapi memiliki audio yang transparan saya rasa passive monitor controller dapat menjadi pilihan. Sedangkan apabila anda membutuhkan D/A converter, talkback system, serta fitur-fitur lainnya dalam monitor controller anda, active monitor controller dapat menjadi solusi. Tapi ingat, cobalah dahulu sebelum membeli agar anda dapat mengetahui dengan pasti kualitas dari monitor controller tersebut. Selamat mencoba dan Viva la Resolucion! -ryr