Stay Connected
Need Help? Call +62-21-8356113
Extended Warranty
Angger Dimas: Analog is all About Headroom!

Nama Angger Dimas pastinya sudah tidak asing lagi di belantika dance music scene tanah air dan Internasional. Seorang Producer/DJ yang berangkat sebagai anak band lalu terjun ke dance music scene sekitar tahun 2009, Angger Dimas pastinya telah banyak menorehkan ciri khas musiknya dalam dance music scene sehingga terdengar sampai scene internasional. Salah satu kolaborasinya dengan Vandalism (Australian electro house group) masuk menjadi playlist pilihan DJ top dunia seperti David Guetta dan Armand Van Helden.

Angger Dimas on stage (Courtesy of whatsnewjakarta.com)

Dalam hal produksi, pendekatan Angger Dimas memang cukup berbeda dari kebanyakan dance music producer. Ia lebih memilih outboard processing ketimbang mengoleksi analog synthesizer yang biasanya lazim ditemui di studio para DJ/Producer. Pilihan outboard-nya untuk saat ini jatuh kepada Compressor keluaran Empirical Labs yang bernama Distressor serta Phoenix Audio Nicerizer 16 MKII summing amp. Alasan Angger Dimas memilih Distressor dikarenakan ia merasa karakter kompresi dari Distressor cukup unik dan tidak bisa ia temukan di compressor lain. Penggunaannya pun beragam mulai dari kick dan mix buss ketika produksi hingga untuk mengontrol main output ketika live. Sedangkan untuk summing amp, karakter analog dan headroom dari Nicerizer membuatnya sangat bahagia karena akhirnya menemukan hal yang ia cari selama ini yakni HEADROOM.

Untuk instrument, ia lebih memilih menggunakan Soft Synth seperti reFX Nexus ketimbang analog synth. Ada satu tips dari Angger Dimas tentang settingan sample rate pada DAW ketika mixing. “Ketika gue buka project, sample rate selalu di 96 kHz atau resolusi yg paling tinggi. Kenapa? Semua itu berpengaruh ke kinerja plug-ins dan soft synth yang gue pake”. Tambah producer yang merilis karyanya di bawah label Dim Mak dan Vicious records ini. Urusan plug-ins, tentunya Angger Dimas memiliki favorit yang di antaranya adalah Oxford Dynamics, Fab Filter, serta Fatso jr. Bisa disimpulkan, hybrid setup merupakan kunci utama dalam produksi Angger Dimas dimana ia menggabungkan efisiensi digital dengan karakter dan headroom dari outboards untuk menghasilkan ‘The Sound of Angger Dimas’. Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya dari produser satu ini!